Kekurangan Zat Besi (Anemia) dalam Kehamilan: Bagaimana Mengatasinya?
Mengapa anemia terjadi selama kehamilan? Kenali gejala seperti kelelahan, pusing, dan kulit pucat. Pelajari pola makan yang tepat dan metode pengobatan untuk mengatasi kekurangan zat besi.
Redaksi AnacanWaktu baca 5 menitDiperbarui
Merasa lelah selama kehamilan adalah hal yang normal. Namun, bagaimana jika rasa lelah ini membuat Anda kehabisan napas saat menaiki tangga atau tidak ingin bangun dari tempat tidur pada pagi hari? Mungkin ini bukan sekadar "kelelahan akibat kehamilan", tetapi bisa jadi **Anemia** (Kekurangan Zat Besi).
Sekitar 40% ibu hamil di seluruh dunia mengalami anemia akibat kekurangan zat besi. Artinya, tubuh Anda tidak memiliki cukup sel darah merah (eritrosit) yang sehat. Kabar baiknya, kondisi ini mudah didiagnosis dan dapat diatasi sepenuhnya dengan penanganan yang tepat.
Mari pelajari cara memulihkan energi Anda dan memastikan bayi mendapatkan oksigen yang cukup.Mengapa "darah berkurang" selama kehamilan?
Sebenarnya, jumlah darah dalam tubuh Anda tidak berkurang selama kehamilan; sebaliknya, jumlahnya **meningkat**. Volume darah meningkat sekitar 50% untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.
Namun, ada hal yang perlu dipahami: bagian cair darah (plasma) meningkat lebih cepat daripada sel darah merah. Akibatnya, darah menjadi agak "encer". Ini disebut anemia fisiologis dan merupakan hal yang normal. Namun, jika tubuh Anda tidak memiliki cadangan **zat besi** yang cukup untuk membentuk sel darah merah tambahan (terutama pada trimester ke-2 dan ke-3), anemia yang sebenarnya dapat terjadi. Bayi mengambil zat besi yang dibutuhkannya dari ibu sehingga cadangan zat besi ibu pun habis.Musuh Tersembunyi: Gejala Anemia
Terkadang gejalanya begitu ringan sehingga dianggap sebagai bagian alami dari kehamilan. Namun, perhatikan tanda-tanda berikut: - **Tubuh sangat lemah dan lelah.**
- **Pusing:** Terutama saat berdiri secara tiba-tiba.
- **Sesak napas:** Bahkan saat Anda hanya bergerak sedikit.
- **Pucat:** Pada kulit, bibir, dan dasar kuku.
- **Jantung berdebar:** Jantung sering terasa berdebar cepat (Takikardia).
- **Tangan dan kaki terasa dingin.**
- **Keinginan makan yang tidak biasa (Pica):** Sebagian ibu ingin memakan es, kapur, tanah, atau beras mentah.Risiko bagi Bayi dan Ibu
Anemia berat yang tidak ditangani dapat menyebabkan beberapa komplikasi:1. **Kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah:** Pertumbuhan bayi dapat terhambat jika tidak memperoleh cukup oksigen.
2. **Depresi pascapersalinan:** Ibu yang mengalami anemia lebih sulit pulih setelah melahirkan dan memiliki risiko depresi yang lebih tinggi.
3. **Risiko perdarahan:** Tubuh menjadi lebih sulit mengganti darah yang hilang selama persalinan.Cara Meningkatkan Zat Besi (Aturan Utama)
"Disiplin zat besi" diperlukan untuk mencegah atau mengatasi anemia.1. "Menu Zat Besi": Apa yang sebaiknya dimakan?
Zat besi dalam makanan terbagi menjadi dua jenis: **Heme (berasal dari hewan)** dan **Non-heme (berasal dari tumbuhan)**. Zat besi heme lebih mudah diserap tubuh. - **Sumber terbaik:** Daging merah (daging sapi), hati (1-2 kali sebulan), ayam, dan ikan.
- **Sumber nabati:** Lentil, kacang arab, bayam, aprikot kering, kismis, delima, kenari/hazelnut, dan bit.Tips: Sup lentil atau semur kacang dengan daging, yang merupakan hidangan favorit dalam masakan Azerbaijan, adalah sumber zat besi yang sangat baik!2. Pendukung Zat Besi (Vitamin C)
Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, pastikan Anda mengonsumsinya bersama Vitamin C. - Santap **salad tomat** bersama hidangan daging.
- Peras **lemon** di atas lentil.
- Minum tablet zat besi dengan jus jeruk.3. Penghambat Zat Besi (Teh dan Kalsium)
Kesalahan terbesar kita adalah langsung minum "teh pekat" setelah makan. - **Tanin:** Zat dalam teh dan kopi mengurangi penyerapan zat besi sebesar 50-60%. Minumlah teh **setidaknya 1 jam setelah** makan.
- **Kalsium:** Susu, yoghurt, dan keju menghambat penyerapan zat besi. Usahakan tidak mengonsumsi hidangan daging bersama produk susu (kecuali ayran). Jika Anda mengonsumsi suplemen kalsium, minumlah pada waktu yang berbeda dari suplemen zat besi.Suplemen Zat Besi: Kapan dan Bagaimana Cara Mengonsumsinya?
Sering kali, asupan dari makanan saja tidak cukup sehingga dokter meresepkan tablet zat besi (suplemen). - **Cara mengonsumsi:** Untuk hasil terbaik, minumlah saat perut kosong atau 2 jam setelah makan, bersama air atau jus buah.
- **Efek samping:** Sembelit, mual, atau warna feses yang menjadi gelap adalah hal yang normal. Jika mengalami sembelit, minumlah banyak air dan konsumsi makanan tinggi serat (aprikot, plum).Anemia tidak seharusnya menjadi "mimpi buruk" selama kehamilan. Dengan pemeriksaan darah tepat waktu (untuk memeriksa Hemoglobin dan Feritin) serta pola makan yang tepat, Anda dapat merasa lebih bugar sekaligus memberikan awal yang sehat bagi bayi Anda.
Jika merasa lemah, jangan mengabaikannya dengan berpikir, "Ini hanya karena kehamilan, nanti juga akan berlalu." Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter.
**Ingin memantau asupan nutrisi Anda?** Di **aplikasi Anacan**, Anda dapat memantau kesehatan dengan mencatat menu harian dan asupan air.