Lewati ke konten utama

Kehamilan

Naik Pesawat Saat Hamil: Apakah Aman dan Hingga Minggu Keberapa?

Apakah aman naik pesawat selama kehamilan? Hingga minggu ke berapa maskapai (AZAL, THY) mengizinkan perjalanan? Ketahui tentang surat keterangan "Fit to Fly", pemindai bandara, dan aturan penting untuk mencegah trombosis selama penerbangan.

Naik Pesawat Saat Hamil: Apakah Aman dan Hingga Minggu Keberapa?
Kehamilan bukan berarti Anda harus mengubah gaya hidup sepenuhnya. Baik untuk perjalanan bisnis maupun "Babymoon" terakhir sebelum bayi lahir, keinginan bepergian dengan pesawat adalah hal yang sangat wajar. Namun, sebelum mengeklik tombol "Konfirmasi" saat membeli tiket, Anda mungkin mulai ragu: *"Apakah tekanan udara akan membahayakan bayi?", "Bagaimana jika kontraksi saya dimulai di udara?"*. Pesawat merupakan salah satu moda transportasi teraman bagi ibu hamil, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dalam artikel ini, kami telah merangkum peraturan maskapai, rekomendasi dokter, dan kiat bepergian dengan nyaman di atas awan untuk Anda.Pertanyaan umum: Apakah tekanan dan radiasi membahayakan bayi? Banyak calon ibu mengkhawatirkan perubahan tekanan kabin dan radiasi kosmik. - **Tekanan kabin:** Pesawat penumpang modern bersifat kedap udara (hermetis), dan tekanan di dalam kabin diatur. Meskipun sedikit lebih tinggi daripada di permukaan laut, hal ini tidak berdampak negatif pada suplai oksigen bayi dalam kehamilan yang sehat. - **Radiasi:** Karena pesawat terbang pada ketinggian tinggi, tingkat radiasi kosmik sedikit lebih tinggi daripada di darat. Namun, untuk penerbangan sesekali, dosis ini **dapat diabaikan** dan tidak membahayakan janin. (Risiko hanya ada bagi pramugari, pramugara, dan pilot yang terbang setiap hari)."Masa Emas" untuk Terbang: Trimester ke-2 Dokter menyatakan bahwa waktu ideal untuk bepergian adalah antara **minggu ke-14 dan ke-28** kehamilan (trimester kedua). - **Mengapa?** Mual di pagi hari dan kelelahan pada trimester pertama sudah berlalu, sementara risiko keguguran telah menurun secara signifikan. Pada saat yang sama, perut Anda belum terlalu besar hingga menghambat gerakan, dan risiko kelahiran prematur masih rendah.Peraturan Maskapai: Siapa yang boleh terbang dan kapan? Meskipun peraturan berbeda-beda di setiap perusahaan (misalnya, AZAL, Turkish Airlines), standar internasional (IATA) biasanya adalah sebagai berikut:Untuk kehamilan dengan janin tunggal (satu bayi): - **Hingga minggu ke-28:** Surat keterangan dokter tidak diperlukan; Anda dapat terbang dengan nyaman. - **Antara minggu ke-28-35:** Surat keterangan **"Fit to Fly"** dari dokter diperlukan agar Anda diizinkan naik pesawat. Surat tersebut harus mencantumkan usia kehamilan dan pernyataan "tidak ada halangan untuk terbang" (biasanya diterbitkan dalam waktu 7 hari sebelum penerbangan). - **Setelah minggu ke-36:** Meski mendapat izin dokter, Anda biasanya **tidak diperbolehkan** naik pesawat. Alasannya sederhana: tidak ada perusahaan yang ingin menanggung risiko persalinan di dalam pesawat.Untuk kehamilan kembar (multipel): Batas waktunya lebih singkat. Biasanya, penerbangan dilarang **setelah minggu ke-32**.Penting: Sebelum membeli tiket, pastikan Anda membaca bagian "Penumpang hamil" di situs web resmi maskapai yang Anda pilih.Pemindai Bandara: Bolehkah Anda melewatinya? Pemeriksaan keamanan di bandara juga sering menimbulkan kekhawatiran. - **Detektor logam (gerbang):** Alat ini bekerja dengan medan magnet dan sepenuhnya aman. - **Pemindai tubuh (gelombang milimeter):** Alat ini tidak memancarkan radiasi, bekerja menggunakan gelombang radio, dan dianggap aman. - **Sinar-X:** Hanya untuk tas\! Jangan pernah memasukkan tangan atau bagian tubuh Anda ke dalam ban berjalan tempat tas dipindai.Jika masih khawatir, Anda dapat memberi tahu petugas bahwa Anda sedang hamil dan meminta pemeriksaan manual.Risiko Terbesar: Trombosis Vena Dalam (DVT) Kehamilan meningkatkan kemampuan darah untuk membeku. Duduk tanpa bergerak dalam waktu lama di pesawat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah (trombus) di kaki. **Bagaimana cara melindungi diri?**1. **Kaus kaki kompresi:** Konsultasikan dengan dokter Anda dan kenakan kaus kaki anti-varises. 2. **Bergerak:** Bangun dan berjalanlah menyusuri kabin setiap jam. 3. **Latihan di tempat:** Saat duduk, putar telapak kaki Anda dengan gerakan melingkar serta naik-turunkan tumit. 4. **Asupan air:** Udara di dalam pesawat kering. Minumlah banyak air untuk mencegah darah mengental. Hindari kopi dan teh.Kiat untuk penerbangan yang nyaman - **Pemilihan kursi:** Pilih kursi di sisi lorong. Posisi ini memudahkan Anda untuk sering pergi ke toilet dan meregangkan kaki. - **Sabuk pengaman:** Pasang sabuk **di bawah** perut Anda (di atas tulang pinggul), bukan melintasi perut. - **Asuransi:** Periksa apakah asuransi perjalanan Anda menanggung biaya terkait kehamilan.Siapa yang tidak boleh terbang? (Kontraindikasi) Dokter tidak akan mengizinkan Anda terbang dalam kondisi berikut: - Jika Anda didiagnosis mengalami plasenta previa. - Jika terdapat risiko preeklamsia (tekanan darah tinggi). - Jika terjadi pemendekan serviks atau terdapat risiko kelahiran prematur. - Jika ada dugaan ketuban pecah atau perdarahan. - Anemia berat (jika kadar hemoglobin sangat rendah).Bepergian selama kehamilan memungkinkan dan bahkan perlu dilakukan (setelah bayi lahir, Anda akan sulit menemukan waktu untuk melakukannya!). Anda hanya perlu membuat perencanaan yang lebih matang dan lebih berhati-hati. Sebelum penerbangan, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter, memperoleh surat keterangan "Fit to Fly", dan menghitung usia kehamilan secara akurat di **aplikasi Anacan** agar Anda tidak menghadapi kejutan di bandara. Selamat bepergian\!

Lanjutkan membaca

Halaman berikutnya adalah milik Anda

Sedikit Anacan untuk setiap hari Anda.

Jalani ritme Anda, temukan tahapan baru, dan simpan momen tak terlupakan. Unduh Anacan untuk iPhone dan Android.

Unduh Anacan