Lewati ke konten utama

Perawatan bayi

Menegakkan Bayi Setelah Menyusui: Meningkatkan Pencernaan dan Kenyamanan

Menegakkan bayi setelah menyusui membantu sistem pencernaannya, mengurangi gas dan ketidaknyamanan. Pelajari teknik yang benar dan aturan tidur yang aman.

Orang tua menggendong bayi tegak setelah menyusui, menopang kepala bayi.

Menyusui bayi, baik ASI maupun susu formula, adalah salah satu momen paling istimewa dan terkadang menantang dalam mengasuh anak. Terutama setelah menyusui di malam hari, ketika menidurkan bayi yang mengantuk di tempat tidurnya, tiba-tiba terbangun, menangis, atau memuntahkan susu yang baru diminum adalah pemandangan yang akrab bagi banyak orang tua.

Di balik ketidaknyamanan ini seringkali ada alasan fisik yang sederhana: udara yang terkumpul di perut dan sistem pencernaan yang belum sepenuhnya berkembang. Menjaga bayi dalam posisi tegak yang benar setelah menyusui membantu mengeluarkan udara ini, mendukung susu tetap berada di perut, serta meningkatkan kenyamanan dan mengurangi ketidaknyamanan bayi.

Mengapa Bayi Menelan Udara Saat Menyusui?

Penumpukan gas di perut bayi adalah hal yang normal. Ada beberapa alasan utama untuk ini:

  • Menangis: Jika bayi menangis terlalu banyak sebelum menyusui karena lapar, ia akan menelan banyak udara. Udara ini langsung masuk ke perut.
  • Menghisap Cepat dan Masalah Pelekatan: Jika ASI ibu mengalir terlalu cepat atau bayi tidak dapat melekat dengan benar pada puting, udara juga akan ikut tertelan bersama susu.
  • Menyusui dengan Botol: Saat memberikan susu formula atau ASI perah, jika dot botol tidak terisi penuh dengan susu, bayi akan menelan udara bersama susu.

Gelembung udara yang masuk ke perut ini, ketika berada di bawah susu, dapat menyebabkan ketidaknyamanan, sakit perut, dan perasaan kenyang "palsu". Akibatnya, bayi mungkin berhenti menyusui sebelum cukup makan karena perutnya penuh dengan udara.

Bagaimana Menegakkan Mengurangi Ketidaknyamanan dan Refluks?

Sistem pencernaan bayi baru lahir belum sepenuhnya terbentuk. Otot yang menghubungkan kerongkongan dengan perut dan berfungsi sebagai katup (sfingter esofagus bagian bawah) tidak menutup sekuat pada orang dewasa, melainkan lebih longgar.

Jika bayi dibaringkan telentang segera setelah menyusui, cairan di perut dapat dengan mudah kembali melalui katup yang longgar itu ke kerongkongan dan mulut. Ini disebut refluks gastroesofageal atau muntah. Udara yang tersisa di dasar perut, saat mencoba naik, juga dapat mendorong susu ke atas.

Ketika Anda menegakkan bayi, gravitasi membantu susu tetap berada di bagian bawah perut. Susu yang lebih berat tetap di bawah, sementara gelembung udara yang lebih ringan naik ke atas dan lebih mudah dikeluarkan dalam bentuk sendawa. Ini dapat mengurangi kemungkinan susu kembali dan ketidaknyamanan pada beberapa bayi, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan refluks atau muntah.

Posisi Efektif untuk Mengeluarkan Gas dan Menegakkan

Saat menegakkan bayi, hal terpenting adalah selalu menopang kepala dan lehernya yang masih lemah. Juga, hindari gerakan tiba-tiba seperti mengguncang atau melempar bayi segera setelah menyusui. Dua posisi yang paling umum dan bermanfaat adalah:

  • Di Atas Bahu: Pegang bayi di lengan Anda sehingga dagunya bersandar di bahu Anda. Dengan satu tangan, topang punggung dan pinggulnya, dan dengan tangan lainnya, usap lembut atau tepuk perlahan punggungnya dari bawah ke atas. Posisi ini memberikan tekanan ringan pada perut bayi, memudahkan keluarnya udara. Jangan lupa meletakkan kain bersih di bahu Anda karena sedikit susu mungkin keluar saat bersendawa.
  • Duduk di Lutut: Jika bayi terjaga, dudukkan dia di lutut Anda, menghadap ke samping atau ke depan. Dengan telapak satu tangan, topang dadanya dan dengan jari-jari Anda, pegang dagunya dengan lembut (berhati-hatilah agar tidak menekan tenggorokannya). Tubuh bayi harus sedikit condong ke depan. Dengan tangan lainnya, usap punggungnya.

Catatan Penting: Beberapa bayi tidak perlu bersendawa setelah setiap menyusui. Jika bayi tidak bersendawa setelah beberapa menit mencoba, tetapi terlihat nyaman, tidak perlu memaksanya. Tujuan utamanya adalah kenyamanan bayi.

Berapa Lama Harus Menegakkan?

Tidak ada durasi wajib untuk menegakkan bayi. Jika bayi nyaman, tidak perlu mencoba bersendawa terlalu lama. Jika ada kekhawatiran refluks, dokter mungkin merekomendasikan untuk menegakkan bayi selama 20-30 menit setelah menyusui untuk beberapa bayi. Lakukan ini hanya saat Anda sepenuhnya terjaga dan dengan dukungan kepala-leher. Jika Anda mengantuk, letakkan bayi di boksnya yang keras, datar, dan kosong, telentang.

Tidur Aman: Aturan Terpenting

Meskipun mengurangi ketidaknyamanan setelah menyusui itu penting, tidur aman bayi adalah yang utama. Ingat:

  • Selalu Tidurkan Telentang: Untuk mengurangi risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS), bayi harus selalu ditidurkan telentang di permukaan yang kokoh dan datar (misalnya, di boks bayi).
  • Tidur Telentang Tidak Meningkatkan Risiko Tersedak: Refleks batuk dan menelan yang normal pada bayi sehat mencegah cairan masuk ke saluran pernapasan jika mereka muntah. Tidur telentang tidak meningkatkan risiko tersedak, melainkan posisi tidur paling aman.
  • Hindari Pendekatan Berbahaya: Meletakkan bantal di bawah kepala bayi, menaikkan bagian kepala boks, atau menidurkannya di kursi mobil atau ayunan sama sekali tidak disarankan. Situasi ini menyebabkan kepala bayi condong ke depan dan saluran napas tertutup, secara serius meningkatkan risiko tersedak.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Sedikit muntah dan kolik gas pada bayi adalah normal dan akan berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, beberapa gejala mungkin menunjukkan masalah yang lebih serius. Dalam kasus berikut, cari bantuan medis segera atau konsultasikan dengan dokter Anda:

  • Muntahan berwarna hijau, kuning, coklat, atau mengandung darah.
  • Muntah terjadi dengan kuat, seperti air mancur (muntah proyektil).
  • Bayi menolak makan, tidak menambah berat badan, atau kehilangan berat badan.
  • Bayi di bawah 3 bulan memiliki demam 38°C atau lebih tinggi.
  • Ada tanda-tanda dehidrasi (tidak membasahi popok selama lebih dari 6-8 jam, tidak ada air mata saat menangis, mulut kering, ubun-ubun cekung).
  • Bayi terus-menerus sangat rewel, tidak tenang, dan terlihat lesu.

Simpan Catatan Terkait dengan Anacan di Satu Tempat

Mengingat detail harian bisa melelahkan. Dengan alat Anacan yang tersedia, Anda dapat mencatat informasi berikut dan membagikannya dengan lebih jelas pada kunjungan dokter berikutnya:

  • Catatan Menyusui: Catat sisi dan durasi menyusui dengan timer, dan volume susu formula dalam ml. Durasi tidak mengukur volume susu yang diminum; diskusikan catatan bersama dengan berat badan bayi dan evaluasi klinis.
  • Riwayat Tidur: Pantau ritme harian dengan mencatat waktu mulai dan berakhirnya tidur dengan timer. Aplikasi tidak memantau pernapasan selama tidur dan tidak menggantikan aturan tidur yang aman.
  • Grafik Pertumbuhan: Masukkan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala dengan tanggal yang sesuai dan diskusikan dinamika pertumbuhan dengan dokter anak Anda.

Catatan menyusui, tidur, dan popok dapat dibagikan dalam Laporan Dokter. Syarat akses dan Premium alat berlaku. Jangan menunda bantuan medis untuk menulis catatan di aplikasi jika ada gejala darurat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama bayi harus ditegakkan setelah menyusui?

Tidak ada durasi wajib yang seragam. Jika bayi nyaman, tidak perlu mencoba bersendawa terlalu lama. Dalam kasus kekhawatiran refluks, dokter mungkin menyarankan untuk menegakkan selama 20-30 menit, tetapi orang dewasa harus sepenuhnya terjaga. Untuk tidur, selalu letakkan bayi di boksnya yang keras, datar, telentang.

Apakah menegakkan bayi sepenuhnya mencegah muntah?

Tidak. Pada beberapa bayi, menegakkan dapat mendukung sendawa dan kenyamanan, tetapi tidak mengobati refluks dan tidak menghentikan semua muntah. Evaluasi dokter diperlukan jika muntah berwarna hijau, berdarah, atau proyektil yang kuat, serta masalah menyusui yang buruk dan berat badan.

Apa posisi terbaik untuk mengeluarkan gas pada bayi?

Posisi yang paling efektif adalah memegang di atas bahu (dagu bayi bersandar di bahu Anda) atau mendudukkan di lutut (dada ditopang dengan tangan Anda, tubuh sedikit condong ke depan). Dalam kedua kasus, kepala dan leher bayi harus selalu ditopang dan punggungnya diusap lembut.

Apakah menidurkan bayi telentang menimbulkan risiko tersedak?

Tidak, tidak. Tidur telentang adalah posisi tidur paling aman untuk mengurangi risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak. Refleks pelindung bayi sehat membantu membersihkan saluran pernapasan jika mereka muntah. Sebaliknya, memiringkan boks atau menidurkan bayi di kursi meningkatkan risiko tersedak.

Lanjutkan di aplikasi

Referensi

Lanjutkan membaca

Halaman berikutnya adalah milik Anda

Sedikit Anacan untuk setiap hari Anda.

Jalani ritme Anda, temukan tahapan baru, dan simpan momen tak terlupakan. Unduh Anacan untuk iPhone dan Android.

Unduh Anacan